PURWOKERTO – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema penuh kekhusyukan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Selasa (19/05/2026).
Nuansa religius berpadu semangat membara terasa begitu kuat dalam kegiatan Gema Tasbih Akselerasi Sertifikasi Tahfidz bagi siswa-siswi madrasah dan sekolah se-Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Dzulhijjah 1447 H tersebut menjadi momentum istimewa dalam mengangkat martabat dan prestasi generasi muda penghafal Al-Qur’an dari jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA di Kabupaten Banyumas.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., didampingi Kasi Penma (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Dr. H. M. Wahyu Fauzi Aziz, S.H., M.Si., dan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) H. Naufal Iskandar, S.H.I.
Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat dimulai dengan salam kebangsaan dan religius, pembacaan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia penyelenggara, sambutan dan arahan Kepala Kantor Kemenag Banyumas, hingga doa bersama yang dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas H. Naufal Iskandar, S.H.I.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, dan orang tua yang terus menjaga tradisi menghafal Al-Qur’an di tengah derasnya arus globalisasi.
“Sertifikat tahfidz ini bukan sekadar selembar dokumen administratif. Ini adalah simbol amanah moral agar para penghafal Al-Qur’an senantiasa menjaga hafalannya, mengamalkannya, dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya,” tegas Ibnu.
Ia juga berharap program Gema Tasbih terus berkembang dan menjadi gerakan berkelanjutan dalam membumikan kecintaan terhadap Al-Qur’an di seluruh wilayah Banyumas.
“Anak-anak penghafal Al-Qur’an adalah investasi peradaban. Dari lisan mereka yang melantunkan ayat suci, kita menaruh harapan lahirnya masa depan Banyumas yang religius, cerdas, dan bermartabat,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Kasi Penma (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Dr. H. M. Wahyu Fauzi Aziz, S.H., M.Si., dalam laporan sekaligus keterangannya kepada awak media seusai pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan tahun 2026 ini menghadirkan 14 penguji yang merupakan para hafidz dan hafidzah dari unsur Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banyumas yang dipilih dan ditetapkan langsung oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berdasarkan kompetensi serta kapasitas keilmuan di bidang tahfidz Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut diikuti 346 peserta yang hadir dari 370-an yang terdaftar, semua peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA se-Kabupaten Banyumas yang telah berhasil mendaftarkan diri sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Gema Tasbih Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyumas. Kami ingin membangun generasi Qurani yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap kokoh dalam pondasi agama,” ujarnya dengan tegas.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti akselerasi sertifikasi tahfidz berasal dari siswa kelas VI, IX dan XII dengan membawa surat tugas dari madrasah atau sekolah serta sertifikat tahfidz yang telah dimiliki sebelumnya.
Untuk menjaga efektivitas dan objektivitas penilaian, pelaksanaan ujian dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang, yang tersebar ke dalam tujuh majelis ujian di Aula Al Ikhlas, Ruang FKUB, Masjid Al Ikhlas, serta Ruang Pengawas Madrasah di lingkungan Kantor Kemenag Banyumas.
Setiap peserta diuji oleh dua orang penguji dengan teknik sambung ayat dari tiga pertanyaan yang diberikan secara acak. Penilaian terdiri dari aspek tahfidz sebesar 50 poin, tajwid 25 poin, dan fashohah 25 poin dengan batas KKM minimal 80 poin.
Panitia juga menetapkan aturan teknis yang ketat, mulai dari waktu tampil maksimal tujuh menit, penggunaan kode ketukan penguji sebagai tanda evaluasi, hingga pengurangan poin bagi kesalahan khofy maupun jaly demi menjaga kualitas hafalan peserta.
Adapun standar minimal hafalan untuk memperoleh sertifikasi ditetapkan secara berjenjang, yakni minimal 2 (dua) juz untuk jenjang MI/SD, 3 (tiga) juz bagi MTs/SMP, dan 5 (lima) juz untuk MA/SMA.
“Keputusan penguji bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Namun bagi peserta yang belum lulus, masih diberikan kesempatan mengajukan ujian ulang melalui Seksi Pendidikan Madrasah,” jelas H. Fauzi.
Di sela kegiatan, Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir, S.Ag., M.S.I., ya g mengantar dan mendamlingi siswanya sebagai peserta, saat ditemui awak media di lokasi menuturkan bahwa kebersamaan dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam membangun madrasah yang maju dan bermartabat.
Ia menegaskan, madrasah memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul yang kokoh dalam iman dan akhlak. Menurutnya, kegiatan Gema Tasbih Akselerasi Sertifikasi Tahfidz merupakan wujud nyata pendidikan karakter yang kini semakin kuat dengan adanya legitimasi resmi berupa sertifikasi tahfidz bagi siswa-siswi madrasah dan sekolah se-Kabupaten Banyumas.
“Madrasah adalah pilar penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” tutur H. Sudir.
H. Sudir juga menegaskan bahwa pelaksanaan ujian berlangsung tertib, lancar, dan penuh haru. Di setiap ruang pengujian, lantunan ayat-ayat suci terdengar mengalun lembut, menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati.
“Program akselerasi sertifikasi tahfidz ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam mencetak generasi muda Qurani yang siap membawa cahaya Al-Qur’an bagi agama, bangsa, dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Suasana haru dan penuh semangat tampak menyelimuti setiap ruang ujian. Satu per satu peserta melantunkan ayat-ayat suci dengan tartil dan penuh penghayatan. Gema lantunan Kalam Ilahi seakan menghidupkan setiap sudut ruangan dengan cahaya keberkahan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam memperkuat budaya cinta Al-Qur’an di lingkungan pendidikan madrasah dan sekolah. Dari Banyumas, lahir harapan besar hadirnya generasi muda Qurani yang cerdas, berakhlak, serta mampu menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan orang tua.
(Djarmanto-YF2DOI)


