5 Juni 2026

Kepala Pasar Segera Koordinasi dengan Aparat dan Pengurus Polemik terkait keberadaan karaoke di kawasan Pasar Dargo

Semarang – Pasar Dargo, mulai
mendapatkan respons dari pihak pengelola pasar.

Setelah beberapa pemberitaan mencuat dan menuai perhatian warga, Kepala Pasar Dargo, Rino, menyatakan akan segera melakukan koordinasi bersama aparat serta pengurus karaoke yang ada di wilayah tersebut.

Sejumlah warga sebelumnya mempertanyakan kepada awak media apakah persoalan mengenai legalitas dan payung hukum karaoke di kawasan Dargo sudah mendapatkan tindak lanjut dari pihak terkait atau belum.

Menjawab hal tersebut, Rino menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan bersama.
“Nanti awal bulan akan dirapatkan bersama Kapolsek, Satpol PP Kota Semarang, dan para pengurus karaoke Dargo. Saya sendiri baru sekitar lima bulan diberi amanah sebagai Kepala Pasar Dargo, jadi mohon dimaklumi karena masih banyak yang perlu saya pelajari terkait pengelolaan maupun kepengurusan karaoke di sini,” terang Rino.

Menurut keterangan salah satu warga yang turut berjualan di kawasan tersebut, saat ini terjadi dualisme kepengurusan karaoke di Dargo. Ia menyebut salah satu kelompok telah memiliki izin resmi, sementara kelompok lainnya disebut belum memiliki legalitas maupun perizinan yang jelas.

“Yang satu sudah resmi dan sedang mengurus SKPL untuk kelengkapan izin lainnya ke instansi terkait. Tapi ada juga yang sama sekali belum jelas legalitasnya,” ujar salah satu warga.

Warga berharap pemerintah maupun aparat terkait dapat segera menindak karaoke yang benar-benar tidak memiliki izin agar kondisi di kawasan Dargo kembali kondusif.

“Yang sering bikin ulah itu justru yang tidak berizin. Harapan kami segera ditindak supaya tidak meresahkan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha karaoke yang tergabung dalam paguyuban Dargo, Amel, LC, turut menyoroti adanya konflik internal yang menurutnya dipicu oleh ulah oknum karyawan.
“Beberapa karaoke sebenarnya sudah punya izin, walaupun belum semuanya lengkap.

Tapi konflik ini muncul karena ada salah satu karyawan yang suka mengadu domba antar pengusaha karaoke di Dargo. Bahkan sampai membicarakan hal-hal internal di depan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang saat pemanggilan dulu,” ujarnya.

Amel juga mengungkap bahwa sejumlah pihak yang hadir saat pertemuan di kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang mengetahui persoalan tersebut, termasuk adanya pembicaraan mengenai atensi, setoran, hingga kondisi keuangan paguyuban.
Pernyataan serupa juga disampaikan salah satu mami karaoke yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut konflik berkepanjangan terjadi akibat ulah oknum tertentu yang dianggap memperkeruh suasana.

“Sudah tahu karyawannya sering bikin masalah kenapa masih dipertahankan. Semua konflik ini terjadi karena omongan salah satu karyawan yang merasa paling pintar dan paling paham, padahal kenyataannya tidak begitu,” ucapnya kepada awak media.
Menurut beberapa pihak di kawasan Dargo, persoalan yang selama ini tertutup kini mulai terungkap sedikit demi sedikit. Mereka berharap pertemuan awal bulan nanti dapat menjadi jalan keluar untuk menertibkan pengelolaan karaoke sekaligus memperjelas legalitas usaha yang ada di kawasan tersebut.
“Saatnya semua dibuka secara terang.

Biar masyarakat tahu mana yang benar-benar menjalankan aturan dan mana yang tidak,” ujar salah satu pemakai lahan ruko di kawasan Dargo.

kami berpesan kepada mas jhon supaya bisa lebih selektif kalau memelihara karyawan,jangan sampai seperti parasit,ujar salah satu pemakai ruko dargo semarang.

Tim

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *